Monday, September 10, 2012

Acara 4 Bulanan

Beberapa minggu yang lalu, kami (saya dan suami) mengadakan syukuran 4 bulanan di rumah. Sebenarnya 4 bulanannya si kiddo agustus kemaren, tapi karena lagi bulan puasa jadi kami mengadakannya setelah lebaran.. :D.
Sebagai orang muslim dan orang sunda, kami lebih mengenal 4 bulanan ketimbang 7 bulanan, karena pada saat umur segitulah ruh ditiupkan pada jabang bayi, berikut sedikit penjelasannya :


Dalam Al-Qur'an dan Hadits nabi terdapat beberapa keterangan tentang fase-fase penciptaan manusia. Dalam Al-Qur'an surat Al-Mukminun ayat 12-14, Allah berfirman: Artinya:”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian  air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu  kami jadikan tulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian jadikan dia makhluk (yang) berbentuk  lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”.  
Dalam beberapa kitab tafsir, kalimat “khalqan akhar” pada ayat tersebut  dimaknai sebagai fase nafkhu al-ruh (peniupan ruh) ke dalam janin. Artinya, Allah meniupkan ruh di dalam janin  sehingga ia menjadi makhluk yang berbentuk lain, yang mempunyaipendengaran, penglihatan, rasa, gerakan, dan  keguncangan (Tafsir Ibnu Jarir al-Thabariy: vol. IXX, 18, Tafsir Ibnu Katsir: vol. V, 365). Ibnu Katsir dengan mengutip pendapat  dari sahabat Ali bin Abi ThalibRa. menafsirkan terjadinya fase khalqan akhar atau nafkh al-ruh setelah bayi melewati bulan  keempat.  
Ibnu Hajar al-Asqalani (Fathu al-Bari: vol. XI, 481) menyebutkan bahwa semua ulama sepakat berpandangan bahwa  fase ditiupkannya ruh ke janin adalah bulan keli kelima, atau setelah janin melewati masa empat bulan (120 hari). Hal itu berdasarkan pada sebuah Hadits Rasulullah saw: Artinya: “Abdullah berkata, Rasulullah saw. yang jujur dan dapat dipercaya telah bersabda: sesungguhnya tiap-tiap di antara kalian dikumpulkan penciptaannya (dari ovum dan sperma) di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian ia menjadi segumpal darah dalam jangka waktu yang sama (40 hari), kemudian menjadi segumpal daging dalam jangka waktu yang sama (40 hari), kemudian setelah itu Allah mengutus seorang Malaikat. Allah menyuruhnya tentang empat perkara, tulislah amalan, rizki, ajal dan kebahagiaan dan kesengsaraan hidup, kemudian ia pun ditiupkan ruh.” (H.R. Muttafaq alaih).


Oleh karenanya syukuran kami pun diadakan dengan melakukan pengajian dan tausiah.. Sebelum acara, sebenarnya kami telah melakukan USG, yang kata dokternya Insha Allah cewek..

Kata susternya : "Siapa yang menang nih?"
Dan suami saya menjawab semangat : "Saya, Sus!"

Hehe, iya, suami pengen banget anak cewek, kebetulan dia 3 bersaudara cowok semua, dan semenjak Almh. Emak nggak ada dia bilang merindukan kehadiran tambahan wanita selain saya, kakak iparnya dan keponakannya yang Juni kemarin lahir (wanita juga).

Saya memang pada awalnya kepingin cowok, tapi melihat gerakan bayi dalam perut saya, rasanya tidak adil saya meminta berlebih, dikasih hamil cepat saja sudah Alhamdulillah sekali, jadi yang penting anak saya nanti sehat, normal dan shalehah.. aamiin..

Senangnya saat tausiah kami dapat banyak ilmu dan nasihat dari Ustadzah Ratu Faiza Chatib, beliau bilang kalau salah satu dari 3 hak seorang anak adalah mendapatkan keshalehan dari kedua orang tuanya, jadi sebagai orang tua kita harus selalu menjaga tingkah laku dan jangan lupa berdoa dan membaca Al-Quran.

Beliau juga bilang selain azan dan iqamat saat dia lahir nanti, juga dishalawatkan dan di syahadatkan, jangan lupa juga untuk diaqiqahkan, dan ia berpesan pada saya untuk sering-sering menyanyikan :

"Astagfirullah Robbal Baroya.. Astagfirullah Minal Khotoyya ..." 
sambil mengusap-usap perut, yang bermakna ampunan, doa taubat

Dan jangan lupa juga berikan nama yang baik dan sebaiknya ada unsur makna islaminya, karena pemberian nama adalah sebuah pertanggung jawaban orang tua pada anaknya, dan itu merupakan hak anak untuk mendapatkan nama yang baik..

Alhamdulillah, Udo sudah menyiapkan nama untuk calon bayi ini, saya yang kasih daftarnya, dia yang menyusun, dan saya setuju,, itu semua pilihan dia, sok mangga, Insha Allah bagus..

Rasululloh SAW bersabda,“Seseorang datang kepada Nabi(SAW) dan bertanya,”Ya Rasululloh, apa hak anakku ini?” Nabi SAW menjawab,”Memberinya nama yg baik / bagus, mendidik adab yg baik, dan memberinya kedudukan yg baik (dalam hatimu)”. (HR Aththusi)

Bismillah, semoga bayi saya sehat selalu, semakin sayang setiap detiknya... jaga dia selalu Dear Allah... :)

No comments: